Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Jalur Evakuasi Merapi Harus Segera Dibenahi

Kondisi saat ini berbeda dengan saat erupsi 2010.

Jum'at, 2 Mei 2014, 15:03 
Kerusakan di jalur evakuasi Gunung Merapi.
Kerusakan di jalur evakuasi Gunung Merapi. (AmienAldion(solo))
INFO DOT.com- Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Surono, mengatakan, aktivitas Gunung Merapi saat ini berbeda dengan aktivitasnya pada 2010.

"Untuk saat ini tidak ada kubah, fluidanya banyak. Mudah-mudahan hanya pelepasan gas. Kalau Merapi membentuk kubah akan seperti apa nantinya, kita tunggu saja," ujar Surono di Yogyakarta, Jumat 2 Mei 2014.

Surono yang akrab disapa Mbah Rono juga mengingatkan jalur evakuasi yang rusak. Kerusakan tersebut, menurut dia, akan menimbulkan kerentanan terhadap korban jika aktivitas Merapi terus meningkat.

"Untuk penanganan jalan yang rusak tidak harus tanggung jawab pemerintah semata, namun masyarakat juga harus punya andil," katanya.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta bersama dengan BPBD Kabupaten Klaten telah melakukan perbaikan terhadap jalur evakuasi. Jalur evakuasi yang rusak sepanjang 50 kilometer terdapat di wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio, mengatakan, seusai diperbaiki, maka jalur evakuasi sebaiknya tidak boleh digunakan untuk jalur truk pasir.

"Itu bisa kembali merusak jalan," katanya usai melakukan rapat koordinasi penanganan Merapi di kantornya, Jumat 2 Mei 2014.

Senada dengan Mbah Rono, Subandrio mengatakan, status waspada Merapi tahun ini berbeda dengan 2010, karena saat ini lebih banyak gas dibanding magma.

"Yang terjadi saat ini letusan-letusan minor. Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir berlebihan, namun demikian tetap waspada. Yang terjadi adalah keluarnya gas belum awan panas atau magmatis," katanya. (art)