Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Catatan Hari Pertama Ujian Nasional SMP

Jutaan siswa ujian hari ini. Ada yang mulus ada juga yang terkendala.


Senin, 5 Mei 2014, 19:38 
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Masional hari pertama di SMP N 4 Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (05/05/2014).
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Masional hari pertama di SMP N 4 Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (05/05/2014). (INFODOT.com/AmienAldion)
INFO DOT.com- Sebanyak 33.716 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Bekasi, Jawa Barat, mengikuti Ujian Nasional pada Senin 5 Mei 2014. Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyiapkan 1.549 tempat ujian untuk murid SMP, dan 290 tempat untuk siswa MTs.

”Total, siswa yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 33.716 orang,” kata Kabid Bina Program Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Agus Enap, Senin 5 Mei 2014.

Dinas Pendidikan telah menyiapkan sekitar 3.678 guru untuk mengawasi pelaksaan UN selama tiga hari ke depan. Menurut Agus, untuk menjaga netralitas, Dinas Pendidikan menggunakan pengawas sistem silang. "Artinya, guru yang mengajar di satu sekolah tidak diperbolehkan mengawasi di tempat itu," katanya.

Sedangkan untuk memudahkan pendistribusian soal, kata Agus, Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah membagi lima subrayon untuk SMP dan dua subrayon untuk MTs.

Nomor Ganda


Di Jawa Timur, Ujian Nasional tingkat SMP sedikit bermasalah. Sebab, ada paket soal yang tidak ada soal nomor 13, dan soal nomor 40 dobel. "Ini jelas menyulitkan siswa," kata Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof Zainudin Maliki, ketika sidak UN di SMPN 1 Surabaya.

Dia menyebut, itu menyulitkan peserta UN, karena di Lembar Jawaban Ujian Nasional untuk soal nomor 40 ada dua. "Terus jawaban yang satunya ditulis di mana? Atau harus dipilih salah satu saja?"

Di Jambi, Ujian Nasional tingkat SMP sederajat diikuti 10.652 siswa. Satu orang siswa terpaksa harus menjawab lembar soal di atas mobil lantaran sakit.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi, Rifa'i, mengatakan, siswa itu terpaksa harus ujian di atas mobil setelah sebelumnya mengalami kecelakaan motor dan patah tulang kaki.
"Awalnya wali murid siswa ini minta UN di rumah. Tapi, itu kan tidak diperbolehkan, maka disepakati tetap ujian di sekolah, namun terpisah di atas mobil," katanya.

Rifa'i juga menjamin, pelaksanaan UN SMP ini tidak ada kebocoran. Mengingat telah dilakukan penjagaan ketat aparat kepolisian mulai dari distribusi hingga pelaksanaan UN.

Di sela-sela tinjauan ke sekolah, Walikota Jambi, Sy Fasha, mengatakan, secara umum pelaksanaan UN di Jambi berjalan aman dan lancar, tidak ada kendala yang berarti seperti kekurangan lembar jawaban atau lembar soal. Siswa siswi juga mengerjakan soal ujian tersebut dengan tenang. "Laporan yang kami terima, mereka tidak ada kendala," katanya.

Gagal Ujian

Seorang pelajar SMP yang menjalani masa tahanan di Lapas Anak Pakjo Palembang, Sumatera Selatan, gagal mengikuti Ujian Nasional. Gagalnya AR (15), siswa SMP Bina Karya Plaju Palembang ini, lantaran tak didatangkannya soal ujian ke lapas. Sehingga, dia pun harus mengikuti ujian susulan yang dijadwalkan 12 Mei mendatang.

Bukan hanya AR yang batal nengikuti Ujian, HS (17) siswa SMP Negeri 5 yang juga tahanan lapas anak harus telat mengisi soal UN, lantaran kertas soal dan jawaban telat datang ke lapas. Soal ujian semestinya dijadwalkan datang pukul 07.30, namun baru tiba pukul 09.15.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Palembang, Ahmad Zulinto, mengatakan, soal telat datang karena ada kesalahan informasi antara Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. "Satu ikut ujian, meski telat," katanya.

Tofariansyah, guru SMPN 5 Palembang, yang bertugas di lapas mengaku terlambat hadir ke Lapas Anak Pakjo Palembang lantaran jauhnya perjalanan. "Tadi dari sekolah dulu di Gandus, ambil soal paket UN, baru ke sini," ujar Tofariansyah.