Para pemain disambut sekitar 70 anak dari Sport for Partnership (ISP).
Senin, 12 Mei 2014, 19:32 WIB
Kunjungan ini berlangsung siang tadi, Senin, 12 Mei 2014. Sebanyak 17 pemain de Godenzonen tiba di Museum Nasional sekitar pukul 11.04 WIB. Kehadiran tim asal Belanda tersebut mendapat pengawalan dua voorijder dan satu mobil patroli polisi.
Selain para pemain, hadir juga pelatih Frank de Boer, asisten pelatih Jaap Stam, dan Direktur Marketing Edwin van der Sar. Mereka disambut oleh sekitar 70 anak dari yayasan Indonesia Sport for Partnership (ISP). "Welkom op Indonesia (Selamat datang ke Indonesia)," teriak anak-anak tersebut dalam bahasa Belanda.
Mendapat sambutan yang begitu hangat, para pemain dan staf Ajax langsung menuju lobi tengah. Di sana, mereka sudak disiapkan alat-alat untuk membatik.
Panitia membagi anak-anak tersebut ke dalam 10 grup. Masing-masing mengajari 1 hingga 2 pemain Ajax untuk melukis motif batik, di atas kain yang sudah disiapkan.
Pemain keturunan Indonesia di Ajax, Jairo Redewald, menjadi yang paling antusias. Dia sangat serius ketika anak-anak di sekitarnya mengajarkan cara membatik.
Edwin van der Sar yang awalnya tampak tidak terlalu tertarik, tiba-tiba mendatangi salah satu kelompok. Salah satu anak perempuan yang ada di kelompok tersebut ternyata berusaha menyodorkan jersey Manchester United kepada Van der Sar.
Sesi membatik hanya berlangsung selama 1 jam saja. Kemudian, para pemain beserta anak-anak pindah ke luar museum. Di sana mereka bermain bola di arena yang sudah disediakan. Acara baru berakhir pada 13.00 WIB.
Awalnya, Ajax menjadwalkan untuk menggelar latihan terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sore tadi. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan.