Satu Korban Tewas Pesawat Asiana Sempat Terlindas Truk Pemadam
Foto udara ini menunjukkan sisa
badan pesawat Boeing 777 milik Asiana Airlines yang jatuh di bandara
internasional San Francisco, AS. | EZRA SHAW / GETTY IMAGES NORTH
AMERICA / AFP
LOS ANGELES, KOMPAS.com —
Satu dari dua gadis warga negara China yang tewas dalam kecelakaan
pesawat jet Asiana di San Fransisco, Sabtu (6/7/2013), terkonfirmasi
sempat terlindas truk pemadam kebakaran. Saat ini otopsi untuk
menentukan penyebab kematian masih berlangsung.
Dua gadis asal China tersebut merupakan korban awal yang langsung teridentifikasi dan terkonfirmasi dari kecelakaan itu. Juru Bicara kepolisian San Fransisco, Albie Esparza, kepada AFP, Jumat (12/7/2013), memastikan salah satu gadis itu setidaknya satu kali terlindas truk pemadam kebakaran ketika operasi darurat atas kecelakaan berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran yang berlari ke tempat kejadian tak lama setelah kecelakaan untuk membantu memadamkan kobaran api di pesawat mengatakan kepada polisi bahwa ada "kemungkinan" salah satu truk pemadam melindas korban.
Sebuah penyelidikan yang digelar kepolisian setempat menyimpulkan "insiden pelindasan" ini adalah dampak dari upaya pemadaman kebakaran pesawat yang menggunakan busa pemadam. "Rupanya, mereka (pemadam kebakaran) menutupi tanah langsung dengan busa putih itu dan diyakini saat itu korban berada di tanah, tertutup busa dan tak terlihat oleh siapa pun," jelas Esparza.
"Jadi ketika mobil pemadam kebakaran bergerak untuk kembali memosisikan diri, saat itulah korban baru ditemukan tergeletak di jalur mobil pemadam kebakaran," lanjut Esparza. Saat ini kepolisian masih menanti hasil otopsi dari Kantor Koroner San Mateo County untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk apakah korban sudah meninggal ketika terlindas. AFP belum mendapatkan keterangan dari kantor koroner itu untuk konfirmasi hasil otopsi.
Temuan awal dari penyelidikan badan keamanan transportasi AS, pesawat jatuh karena terbang terlalu rendah dengan kecepatan terlalu lambat saat mendekati landasan. Ekor pesawat terputus setelah terpotong tembok laut pembatas landasan, tergelincir di luar kendali, dan terbakar.
Penerbangan Asiana 214, berangkat dari Shanghai China, transit di Seoul, Korea Selatan, mengangkut 307 orang termasuk 16 kru. Dua orang tewas, 182 terluka, dan 123 yang lain selamat tanpa luka.
Dua gadis asal China tersebut merupakan korban awal yang langsung teridentifikasi dan terkonfirmasi dari kecelakaan itu. Juru Bicara kepolisian San Fransisco, Albie Esparza, kepada AFP, Jumat (12/7/2013), memastikan salah satu gadis itu setidaknya satu kali terlindas truk pemadam kebakaran ketika operasi darurat atas kecelakaan berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran yang berlari ke tempat kejadian tak lama setelah kecelakaan untuk membantu memadamkan kobaran api di pesawat mengatakan kepada polisi bahwa ada "kemungkinan" salah satu truk pemadam melindas korban.
Sebuah penyelidikan yang digelar kepolisian setempat menyimpulkan "insiden pelindasan" ini adalah dampak dari upaya pemadaman kebakaran pesawat yang menggunakan busa pemadam. "Rupanya, mereka (pemadam kebakaran) menutupi tanah langsung dengan busa putih itu dan diyakini saat itu korban berada di tanah, tertutup busa dan tak terlihat oleh siapa pun," jelas Esparza.
"Jadi ketika mobil pemadam kebakaran bergerak untuk kembali memosisikan diri, saat itulah korban baru ditemukan tergeletak di jalur mobil pemadam kebakaran," lanjut Esparza. Saat ini kepolisian masih menanti hasil otopsi dari Kantor Koroner San Mateo County untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk apakah korban sudah meninggal ketika terlindas. AFP belum mendapatkan keterangan dari kantor koroner itu untuk konfirmasi hasil otopsi.
Temuan awal dari penyelidikan badan keamanan transportasi AS, pesawat jatuh karena terbang terlalu rendah dengan kecepatan terlalu lambat saat mendekati landasan. Ekor pesawat terputus setelah terpotong tembok laut pembatas landasan, tergelincir di luar kendali, dan terbakar.
Penerbangan Asiana 214, berangkat dari Shanghai China, transit di Seoul, Korea Selatan, mengangkut 307 orang termasuk 16 kru. Dua orang tewas, 182 terluka, dan 123 yang lain selamat tanpa luka.